Rabu, 27 November 2019

Anemia Pada Gadis Remaja? Jangan dibiarkan!





     
  Salah satu masalah yang dihadapi remaja Indonesia adalah masalah gizi mikronutrien, yakni sekitar 12% remaja laki-laki dan 23% remaja perempuan mengalami anemia, yang sebagian besar diakibatkan kekurangan zat besi (anemia defisiensi besi).
       Remaja perempuan lebih rentan terkena anemia daripada laki-laki karena kebutuhan zat besi pada perempuan 3 kali lebih besar dari pada laki-laki. Perempuan setiap bulan mengalami menstruasi yang secara otomatis mengeluarkan darah. Itulah sebabnya perempuan membutuhkan zat besi untuk mengembalikan kondisi tubuhnya ke keadaan semula. Hal tersebut tidak terjadi pada laki-laki. 

      Selain itu, secara khusus anemia yang dialami remaja putri akan berdampak lebih serius, mengingat mereka adalah para calon ibu yang akan hamil dan melahirkan seorang bayi, pada saat hamil, kebutuhan akan zat besi meningkat 3 kali dibandingkan dengan pada waktu sebelum kehamilan. Ini berkaitan dengan kebutuhan perkembangan janin yang dikandungnya, sehingga memperbesar risiko kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR). Disamping itu, Anemia yang terjadi pada remaja laki-laki maupun perempuan akan berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja, dan produktivitas.



APA SAJA FAKTOR PENDORONGNYA?

Menurut Merryana, dkk (2012) mengatakan faktor-faktor pendorong anemia pada remaja putri diantaranya :
  • Adanya penyakit infeksi yang kronis 
  • Menstruasi yang berlebihan pada remaja putri 
  • Perdarahan yang mendadak seperti kecelakaan
  • Jumlah makanan atau penyerapan diet yang buruk


Beberapa faktor kebiasaan dan sosial budaya turut memperburuk kondisi anemia dikalangan perempuan yaitu :
a. Kurang mengkonsumsi bahan makanan hewani
b. Kebiasaan diet untuk mengurangi berat badan
c. Budaya atau kebiasaan di keluarga sering menomorduakan perempuan dalam hal makanan 
d. Pantangan tertentu yang tidak jelas kebenarannya seperti perempuan hamil jangan makan ikan karena bayinya akan bau amis
e. Kemiskinan yang menyebabkan mereka tidak mampu mengkonsumsi makanan yang bergizi (Hasmi, dkk, 2010).



BAGAIMANA GEJALA ANEMIA?
Gejala anemia sangat bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Penderita anemia bisa mengalami gejala berupa :
  • Lemas dan cepat lelah
  • Sakit kepala dan pusing
  • Kulit terlihat pucat atau kekuningan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Napas pendek
  • Nyeri dada
  • Dingin di tangan dan kaki

Menurut Proverawati (2011), tanda-tanda anemia pada remaja putri adalah :
1. Lesu, lemah, letih, lelah, dan lunglai (5L)
2. Sering mengeluh pusing dan mata berkunang-kunang
3. Gejala lebih lanjut adalah kelopak mata, bibir, lidah, kulit dan telapak tangan menjadi pucat.
 


 ➥APA SAJA DAMPAKNYA?





Dampak Anemia pada Remaja Putri Menurut Merryana, dkk (2012), dampak anemia bagi remaja putri adalah :
1. Menurunnya kesehatan reproduksi
2. Terhambatnya perkembangan motorik, mental dan kecerdasan
3. Menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar.
4. Mengganggu pertumbuhan sehingga tinggi badan tidak mencapai optimal.
5. Menurunkan fisik olahraga serta tingkat kebugaran 
6. Mengakibatkan muka pucat



BAGAIMANA CARA MENCEGAHNYA?

Beberapa jenis anemia, seperti anemia pada masa kehamilan dan anemia akibat kekurangan zat besi, dapat dicegah dengan pola makan kaya nutrisi, terutama:
  • Makanan kaya zat besi dan asam folat, seperti daging, sereal, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau gelap, roti, dan buah-buahan
  • Makanan kaya vitamin B12, seperti susu dan produk turunannya, serta makanan berbahan dasar kacang kedelai, seperti tempe dan tahu.
  • Buah-buahan kaya vitamin C, misalnya jeruk, melon, tomat, dan stroberi.


 Semoga bermanfaat!😊


Sumber :
www.depkes.go.id
repository.usu.ac.id
www.alodokter.com

Sintia Pratama Putri (1911212005)
Prodi IKM, FKM, Unand